There are times when a tough heart needs a break
That is when the river of tears begin to burst out
from the eye that used to be open wide
from the eye that used to sharp and sure
That river of tears that trying to wash out the pain from the heart
The heart that used to stand strong whenever storm is raging
The heart that has been hardened by the dusts from the cruel life
-chronicdisorders-
Ibuku selalu bilang hatiku seperti batu, kalau aku sudah marah, atau menginginkan sesuatu tapi tidak kesampaian, juga kalau sudah tidak suka pada sesuatu. Aku akan sanggup diam berhari hari, tanpa peduli apa yang sedang terjadi disekitarku. Ibuku selalu menghela nafas panjang kalau melihat kelakukanku yang begitu. Kadang kadang beliau mendekat dan mengelus elus punggungku, sedangkan aku menanggapinya dengan tetap diam tak bergeming atau malah pergi beranjak. Setelah hari berakhir dan tiba waktunya merebahkan badanku ditempat tidur, selalu hatiku menjadi sesak dan sering kali air mata menetes, dan aku pun terisak. Tak jarang aku tidak bisa terlelap hingga larut malam dan aku merasakan Ibu menciumi pipiku dengan sayang. Tentu saja aku pura pura tidur, karena aku adalah orang yang teramat sangat egois.
Kini aku ribuan kilometer jauhnya dari Ibuku. Bukan, ini bukan pertama kalinya kau jauh dari Ibuku, sudah terbiasa malah. Tetapi hari ini aku merasa sangat rindu pada Ibuku. Hari ini aku menangis entah mengapa. Dalam kesendirianku setelah menjalani ibadah maghribku, aku menangis, entah kenapa. Aku merasa sangat sendiri, dengan berbagai masalah yang akhir akhir ini memenuhi pikiranku. Aku merasa sangat sendiri, ketika menyadari bahwa satu satunya teman setiaku setiap malam adalah sebuah layar selebar 15 inch. Layar itulah yang menjembatani ku dengan orang orang yang kukasihi. Jika layar itu mati, kosong dan hampa kembali menyelimuti hati dan tidurku. Aku tertidur dengan kaku.
Aku rindu Ibu.
Tuhan sampaikan rinduku pada Ibu dan orang orang yang kusayangi.
